PENDAHULUAN

 

  1. LATAR BELAKANG

Dalam sejarah terdapat bahwa batas antara zaman sejarah dengan zaman pra-sejarah terletak pada ditemukannya peninggalan dalam bentuk tulisan. Dengan demikian Indonesia dikatakan memasuki zaman sejarah adalah dimana ditemukannya prasasti.

Latar belakang pergerakan nasional Indonesia tidak terlepas dari kejadian di Asia misalnya kemenangan Jepang terhadap Rusia (1905), meningkatnya pendidikan rakyat, terbitnya surat kabar sebagai media komunikasi serta paham baru Eropa-Amerika yang masuk ke Indonesia yang mempercepat tumbuh dan berkembangnya nasionalisme Indonesia.

PEMBAHASAN

 

SEJARAH INDONESIA

  1. A.          Pengertian Sejarah Indonesia

Dalam pengertian sejarah sudah dijelaskan bahwa batas antara zaman Pra-sejarah itu terletak pada ditemukannya peninggalan dalam bentuk tulisan. Dengan demikian Indonesia dikatakan memasuki zaman sejarah adalah ditemukannya prasasti. Dari prasasti pula diketahui bahwa kerajaan pertama di Indonesia adalah kerajaan Kutai.

  1. B.           Kerajaan – Kerajaan Tertua di Indonesia

Adapun kerajaan-kerajaan tertua di Indonesia dapat disebutkan antara lain :

  1. 1.      Kutai

Kerajaan ini merupakan kerajaan tertua di Indonesia. Peninggalan sejarah kerajaan ini antara lain ditemukannya arca Budha Annarwati dari perunggu serta adanya tujuh buah prasasti yang dipahatkan di atas tiang batu yang disebut YUPA. Oleh karena itulah Negara ini dikenal dengan “Negeri Tujuh Buah Yupa”.

  1. 2.      Tarumanegara

Tarumanegara berkembang padas ekitar abad 5 M. prasasti yang ditemukan ada tujuh buah yang semuanya berhuruf Pallawa dan berbahasa Sansekerta. Ketujuh prasasti tersebut adalah:

  1. Prasasti Ciaruteun
  2. Prasasti Kebun Kopi
  3. Prasasti Jambu (Pasir Kaliangkok)
  4. Prasasti Tugu
  5. Prasasti Lebak
  6. Prasasti Pasir awi
  7. Prasasti Muara Ciaten

Dalam prasasti Kebun Kopi dan prasasti Ciaruteun diterangkan adanya telapak kaki gajah dan telapak kaki yang diartikan sebagai kendaraan dan telapak kaki

Dewa Wisnu.

  1. 3.      Kerajaan Melayu

Mengenai kerajaan ini tidak banyak diketahui hanya saja berita dari China seorang yang bernama I-Tsing setelah belajar bahasa Sansekerta di Sriwijaya kemudian pergi ke Moloyu.

  1. 4.      Sriwijaya

Berdiri di Sumatra Selatan pada tahun 683 M. sriwijaya mencapai puncak kejayaan di bawah pemerintahan Balaputradewa.

  1. 5.      Mataram

Sumber sejarah kerajaan Mataram adalah prasasti Canggal, prasasti Balitung, prasasti Kelurah, prasasti Karng Tengah. Pendiri kerajaan Mataram adalah Sanjaya (prasasti Canggal). Dalam prasasti Balitung dicantumkan raja-raja Mataram dari dinasti Sanjaya. Kerajaan Mataram pecah menjadi dua dinasti, yaitu dinasti Sanjaya (baragama Hindu) dan dinasti Syailendra (beragama Budha). Dinasti Syailendra berkuasa di Jawa Tengah bagian selatan, sedang dinasti Sanjaya berkuasa di Jawa Tengah bagian utara. Perpecahan tersebut dapat disatukan lagi melalui ikatan perkawinan antara Rakai Pikatan (Sanjaya) dengan Pramodya Wardhani (Syailendra). Rakai Pikatan raja yang membangun Candi Prambanan ( candi Hindu), sedangkan Samaratungga membangun Candi Borobudur (candi Budha) yang diarsiteki oleh Gunadharma.

Empu Sendok adalah menantu raja Wawa dan yang memindahkan kerajaan Mataram ke Jawa Timur. Empu Sedok mendirikan dinasti baru yaitu dinasti Isyana. Peninggalan kerajaan Mataram lama banyak yang berupa candi baik dari dinasti Syailendra dan dinasti Sanjaya.

  1. Candi Hindu misalnya : Candi Pram,banan, Candi Dieng, Candi Gedhong Songo, Candi Pringapus, dan Candi Selogriyo.
  2. Candi Budha misalnya : Candi Borobudur, Candi Mendut, Candi Pawon, Candi Kalasan, Candi Sari, Candi Sewu, dan Candi Ngawen.
  1. 6.      Kerajaan Kediri

Dalam prasasti Mantyasih tercatat raja terakhir Mataram adalah Balitung yang selanjutnya digantikan Raja Daksa dan akhirnya Tulodhong. Setelah pemerintahan Tulodhong inilah Jawa Timur muncul dinasti baru yaitu Isyana dengan pendiri Empu Sendok.

  1. 7.      Kerajaan-kerajaan di Sunda dan Bali

Kerajaan di Sunda setelah masa Tarumanegara tidak banyak diketahui, hanya pada tahun 1527 pelabuhan Sunda Kelapa jatuh ke tangan Islam, Banten.

  1. 8.      Kerajaan Singasari

Munculnya kerajaan Singasari diawali dengan sikap raja terakhir Kediri yaitu Kertajaya yang menuntut penghormatan yang berlebih dari kaum pendeta Brahmana. Dikarenakan kaum Brahmana tidak setuju, maka minta bantuan ke Tumapel. Hal ini dimanfaatkan oleh Ken Arok denhan membantu para Brahmana sehingga terjadilah pemberontakan yang dikenal dengan Perang Ganter (1222), dan sejak itu muncullah kerajaan Singasari dengan Ken Arok sebagai raja yang bergelar Sri Ranggah Rajasa Amurwabumi.

  1. 9.      Kerajaan Majapahit

Majapahit terletak disekitar sungai Brantas dekat Mojokerto. Didirikan oleh Raden Wijaya, menantu Kertanegara dari kerajaan Singasari. Putra Lembu Taal tersebut melarikan diri ke Madura setelah menghadapi pasukan Kediri yang dipimpin Jayakatwang dibantu ardaraja.

Setelah perang usai, untuk beberapa lamanya mendirikan sebuah desa bersama pengikutnya di Kudadu. Sebuah kawasan hutan tarik pemberian Jayakatwang. Hutan tersebut sebagai ganjaran atas permintaan ampun Raden Wijaya yang dianggap musuhnya. Padahal dari balik desa tersebut Raden Wijaya berjuang dikelak kemudian berusaha merebut kembali tahta Singasari yang dikuasai oleh Kediri. Maka lahirlah Majapahit setelah semuanya dipertaruhkan oleh Raden Wijaya yang mendapat kawan satu tujuan tentara Mongolia.

  1. C.          Kedatangan Islam

1)      Islam sampai di Indonesia karena :

  1. Arti pentingnya selat Malaka
  2. Munculnya pedagang-pedagang Muslim (Gujarat)
  3. Mundurnya kerajaan Sriwijaya dan Majapahit

2)      Proses Islamisasi dapat berjalan dengan mudah karena :

  1. Syarat penerimaan Islam sangat mudah, hanya dengan mengucap kalimat syahadat
  2. Upacara dalam Islam sangat sederhana
  3. Islam tidak mengenal kasta
  4. Penyebaran Islam dengan jalan damai
  5. Jatuhnya kekuasaan Hindu dan Budha (Sriwijaya dan Majapahit)

3)      Permulaan penyebaran Islam

Berita tentang Islam di Indonesia telah diterima sejak seorang pedagang Venesia (Italia) yang bernama Marcopolo singgah di kota Perlak (1292) dan menerangkan bahwa sebagian besar penduduknya telah beragama Islam. Kemudian diperoleh bukti-bukti sejarah bahwa kerajaan Islam pertama adalah Samodra Pasai pada abad ke-13.

Bukti-bukti antara lain :

  1. Bentuk nisan Sultan Samodra Pasai seperti bentuk nisan di Gujarat.
  2. Di Lereng terdapat makam Islam pertama di Jawa, yaitu makam Fatimah binti Maimun (1082).
  3. Di Gresik terdapat makam Islam Malik Ibrahim yang meninggal tahun 1297.
  4. Dapat diambil kesimpulan bahwa penyebaran Islam di Indonesia melalui jalur dagang Sumatera dan pantai utara Jawa antara abad 13 sampai 15.

4)      Cara penyabaran agama Islam ada dua jalan :

  1. Melalui jalur perdagangan
  2. Melalui jalur dakwah

Selain tersebut di atas Islam juga menimbulkan suatu corak kebudayaan yang berbau seni Islam, hal itu nampak dalam :

  1. Bentuk dan letak Masjid
  1. Timbulnya seni ukir Islam
  2. Kesusastraan Islam
  3. Upacara Grebeg Maulud
  1. D.          Perlawanan terhadap Kolonialisme

Dalam membicarakan perlawanan terhadap kolonialisme, maka terlebih dahulu kita bicarakan kedatangan bangsa barat. Kedatangan bangsa barat pada mulanya dilandasi oleh Imperialisme Kuno dengan dan semboyannya : Gold, Glory, dan Gospel.

Dengan semangat tersebut, maka dengan dimotori dua bangsa penjajah yaitu :

  1. Spanyol melalui jalur Barat
  2. Portugis melalui jalur Timur

Dengan kedatangan bangsa Eropa tersebut, yang pada mulanya dengan tujuan dagang akan tetapi semakin lama mereka juga turut campur dalam masalah-masalah politik dan tindakan tidak disenangi raja-raja, maka timbullah perlawanan. Perlawanan terhadap kolonialisme dapat disebutkan antara lain :

  1. Reaksi Malaka dan aceh terhadap Portugis

setelah perjanjian dagang Portugis ditolak oleh raja Malaka Sultan Mahmud Syah, maka Portugis menyerang Malaka di bawah pimpinan d’Albuquerque tahun 1511.

  1. Maluku

Maluku jatuh ketangan Portugis setelah sebelumnya timbul perlawanan di bawah Sultan Baabulah serta Sultan Khairun.

  1. Tahun 1577 Ternate berhasil mengusir Portugis yang selanjutnya pindah ke Tidore
  2. Tahun 1605 Belanda datang merampas Amboina
  3. Tahun 1625-1636 perlawanan rakyat Hitu terhadap Kompeni
  4. Tahun 1650 Ambon dan ternate melawan Kompeni
  5. Tahun 1675 perlawanan rakyat Jailolo
  1. perlawanan Banten dan Mataram

Kedatangan Belanda di Banten (1596) yang pada mulanya untuk berdagang di bawah pimpinan de Houtman, ternyata menimbulkan rasa tidak senang, maka timbul perlawanan di bawah Sultan Ageng Tirtayasa. Karena Belanda terdesak maka dijalankanlah politiknya dengan membujuk Sultan Haji melawan ayahnya.

Mataram di bawah pimpinan Sultan Agung sangat antipati terhadap Belanda, pada tahun 1628-1629 mengadakan serangan ke Batavia, keduanya gagal. Sepeninggal Sultan Agung perlawanan Mataram diteruskan oleh Trunojoyo dan Surapati.

  1. Perlawanan Pangeran Diponegoro
    1. Sebab-sebab

1)            Sebab umum

  • Mataram kehilangan wilayah di daerah pesisir
  • Mataram kehilangan pelayaran
  • Makin kecilnya pendapatan kerajaan
  • Raja tergantung pada Belanda
  • Campur tangan Belanda dalam pemerintahan
  • Masuknya kebudayaan Barat ke istana
  • Rakyat yang sangat menderita

2)            Sebab khusus

Belanda akan membuat jalan kereta api yang melewati makam leluhur Pangeran Diponegoro.

  1. Tokoh-tokoh

Para pembantu Pangeran Diponegoro antara lain :

  • Pangeran Mangkubumi
  • Kyai Mojo
  • Sentot Alibasyah Prawirodirjo

Sedangkan tokoh Belanda yang nantinya menawarkan perundingan adalah Jenderal de Kock.

  1. Akhir perlawanan

Setelah perang yang berlangsung cukup lama (1825-1830), Belanda menggunakan politik Benteng Stelsel dan akibatnya banyak pembantu Pangeran Diponegoro yang tertangkap. Akhirnya Belanda menawarkan perundingan untuk menjebak Pangeran Diponegoro tanggal 28 Maret 1830 bertempat di rumah Residen Kedu Magelang. Akhirnya Pangeran Diponegoro tertangkap dan dibawa ke Menado dan pada tahun 1834 di pindah ke Ujung Pandang sampai meninggal 8 Januari 1855.

  1. E.           Tanam Paksa (Culture Stelsel)
    1. Sebab-sebab

Setelah Belanda mengalami beberapa perlawanan tentu saja memerlukan biaya yang banyak, terutama adalah perang Padri dan perang Diponegoro. Disamping itu, di negeri Belanda kas untuk tanah jajahan juga kosong. Oleh karena itulah Gubernur Jenderal mengusulkan diadakan tanam paksa.

  1. Praktik Tanam Paksa

Pada hakekatnya ternyata semua aturan yang ada pada tanam paksa diselewengkan, di antaranya :

  1. Tanah lebih dari 1/5
  2. Tanah yang dipilih yang subur
  3. Waktu menanam lebih lama dari pada menanam padi
  4. Rakyat dipindah ke tempat lain dan mengerjakan rodi

Dengan demikian, maka tanam paksa ini sangat mengakibatkan penderitaan di kalangan rakyat, namun mengakibatkan keuntungan yang besar bagi Belanda.

  1. Akibat Tanam Paksa
    1. Selama tanam paksa hutang Belanda lunas
    2. Masih ada uang kontan 900.000 gulden
    3. NHM yang tadinya hampir mati karena bersaing dengan Inggris, setelah tanam paksa berkembang menjadi besar

Bagi Indonesi secara tidak langsung dapat pula diambil keuntungan, yaitu :

  1. Mengenal tanaman baru
  2. Mengenal cara pemeliharaan
  3. Turut menggunakan irigasi

NASIONALISME INDONESIA

  1. A.          Paham Nasionalisme

Paham Nasionalisme adalah perasaan cinta terhadap bangsa dan tanah air, yang di timbulkan oleh perasaan tradisi yang berkaitan dengan sejarah, agama, bahasa, kebudayaan, pemerintahan, tempat tinggal dan keinginan untuk mempertahankan dan memperkembangkan tradidinya sebagai milik bersama dari anggota bangsa itu sebagai satu kesatuan bangsa.

  1. B.           Pergerakan Nasional Indonesia
    1. a.      Sebab-sebab timbulnya Nasionalisme

1)            Kenangan kejayaan masa lalu menggugah untuk bangkit melawan penjajah

2)            Penderitaan dan kesengsaraan rakyat akibat penjajahan

3)            Lahirnya golongan terpelajar yamg mempelopori gerakan anti penjajahan

4)            Pengaruh kemenangan Jepang atas Rusia

  1. Pergerakan Nasionalisme Indonesia dibagi menjadi tiga tahap, yaitu :
    1. Masa awal pergerakan Nasional

a)            Budi Utomo

Lahir pada tanggal 20 Mei 1908 di Jakarta, dipimpin oleh dr. Sutomo (lulusan STOVIA). Sebagai pendorongnya adalah dr. wahidin Sudirohusodo. Organisasi ini bersifat social, budaya dan pendidikan.

Tujuan : mencapai kemajuan dan meningkatklan derajat bangsa.

b)            Sarekat Dagang Islam

Organisasi ini berdiri atas anjuran RM. Tirto Adisuryo, pada tahun 1911 H. samanhudi mendirikan SDI di Solo. SDI bercorak social, ekonomi, dan agama. Pada tanggal 10 September 1912, SDI mengadakan Kongres di Surabaya. SDI dirubah menjadi Sarekat Islam (SI) dipimpin oleh H.O.S. Cokroaminoto.

Tujuan Sarekat Islam :

  • Mengembangkan jiwa dagang
  • Membantu anggota yang kesulitan berusaha
  • Memajukan pendidikan bagi bangsa Indonesia
  • Memperbaiki pendapat yang keliru mengenai agama Islam
  • Hidup menurut perintah agama

c)            Indishe Partij (IP)

Pelopor utamanya adalah Douwes Dekker, sedangkan pendirinya nantinya dikenal dengan Tiga Serangkai, yaitu Douwes Dekker, Ki Hajar Dewantara, dan Dr. Cipto Mangunkusuma. Dalam sidangnya pada bulan Desember 1912 telah nampak bahwa partai inilah yang pertama kali secara terus terang bergerak dalam bidang politik.

  1. Masa Radikal

Masa radikal adalah kurun waktu dimana organisasi tersebut tidak mau bekerja sama dengan pemerintah Hindia Belanda. Organisasi pada masa radikal antara lain adalah :

a)            PI (Perhimpunan Indonesia)

Organisasi ini berdiri pada tahun 1908 di Negara Belanda, dibentuk oleh pemuda Indonesia yang sedang kuliah di Belanda. Semula diberi nama Indische Vereeniging. Tujuannya mengurusi kepentingan orang Indonesia yang ada di negeri Belanda.

Sejak perang dunia 1 semangat nasional makin berkobar. Tahun 1922 namanya diubah menjadi Indonesische Vereeneging. Tujuannya pun berubah selain social juga politik. Tahun 1924 namanya diubah menjadi Perhimpunan Indonesia. Dengan tujuannya mencapai kemerdekaan penuh bagi Indonesia.

b)            Partai Komunis Indonesia (PKI)

Berdiri 1914 di Semarang. Berpaham komunis dan dinamakan Indische Sociaal Democratische Vereeneging (ISDV). Pendirinya orang Belanda yaitu Sneevlit, orang Indonesia yaitu Semaun. Tahun 1920 namanya diubah menjadi Perserikatan Komunis Hindia atau PKI. Sebagai ketua Semaun. Untuk mendapatkan pengikut sebanyak-banyaknya, PKI menusup ke dalam partai lain.

  1. Masa Moderat

Pada masa ini perjuangan dilakukan secara kooperatif, antara lain munculnya Partindo dan Parindra. Pada saat ini muncul pula fraksi baru dalam Volksraad yang di ketuai oleh M. Husni Thamrin yang menuntut jaminan kemerdekaan nasional, selainitu juga menuntut adanya pelarangan sekolah swasta. Untuk nanti muncul Petisi Sutarjo yang menuntut perbaikan Indonesia serta wakil Indonesia di Volksraad. Tetapi tuntutan itu ditolak oleh pemerintah Belanda sehingga melahirkan GAPI yang tidak mendapat tanggapan Belanda sampai Jepang datang di Indonesia.

Selain itu masih ada organisasi di bidang pendidikan, seperti:

  1. Pendidikan wanita (perjuangan Kartini dilanjutkan oleh Dewi Sartika dengan mendirikan Sekolah Istri (1904) yang kemudian berubah menjadi Keutamaan Istri).
  2. Taman Siswa 3 Juli 1922
  3. Sekolah Serikat Islam

PENUTUP

 

KESIMPULAN

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa banyak sekali berdiri kerajaan-kerajaan di Indonesia pada zaman sejarah dengan ditemukannya prasasti-prasasti dan bangunan sebagai bukti masa kejayaan suatu kerajaan. Sebagai bukti, pada jaman kerajaan Mataram terdapat peninggalan candi Borobudur, candi Mendutu, candi Pawon yang sekarang ini menjadi kekayaan bangsa Indonesia.

Dan dengan adanya pergerakan Nasionalisme di Indonesia menggambarkan bahwa rakyat Indonesia memiliki rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air yang ditimbulkan oleh perasaan tradisi yang berkaitan dengan sejarah, agama, bahasa, kebudayaan, pemerintahan, tempat tinggal, dan keinginan untuk mempertahankan dan memperkembangkan tradisinya sebagai milik bersama dari anggota bangsa itu sebagai satu kesatuan.

DAFTAR PUSTAKA

 

TIM MGMP SEJARAH. 2007. Pengetahuan Sosial Sejarah. Media Persada: Karnganyar.

Junartono, Arief, dkk. 1999. Panduan Belajar Sejarah dan Sosiologi. Primagama: Yogyakarta.